Lisa: Sebagai perempuan, saya meyakini bahwa peran perempuan dalam pelestarian lingkungan memiliki arti yang sangat penting. OPINI Oleh: SulistiyawatiPendiri dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Kiandra Setia Bangsa Di tengah berbagai tantangan lingkungan yang kita hadapi saat ini, mulai dari perubahan iklim, pencemaran sampah, berkurangnya ruang hijau, hingga menurunnya kualitas sumber daya alam, sering kali kita berpikir bahwa solusi hanya dapat dilakukan melalui kebijakan besar atau program pemerintah berskala nasional. Padahal, perubahan yang sesungguhnya justru dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten di lingkungan sekitar kita. Sebagai perempuan, saya meyakini bahwa peran perempuan dalam pelestarian lingkungan memiliki arti yang sangat penting. Tidak hanya karena perempuan berada di garis depan dalam mengelola kehidupan keluarga dan komunitas, tetapi juga karena perempuan memiliki kemampuan untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan kepada generasi penerus bangsa. Di dalam keluarga, perempuan sering kali menjadi pengambil keputusan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, mulai dari pengelolaan konsumsi rumah tangga, penggunaan air dan energi, hingga pengelolaan sampah. Keputusan-keputusan sederhana tersebut ternyata memiliki dampak yang besar terhadap keberlanjutan lingkungan. Kebiasaan memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menanam pohon di pekarangan rumah, atau mengajarkan anak-anak untuk mencintai alam merupakan bentuk nyata kontribusi yang dapat dilakukan setiap hari. Yayasan Kiandra Setia Bangsa memandang bahwa pelestarian lingkungan bukan sekadar tanggung jawab pemerintah, lembaga tertentu, atau aktivis lingkungan. Pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari kesadaran individu, keluarga, dan masyarakat. Ketika setiap rumah tangga mulai menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, maka dampaknya akan terasa hingga ke tingkat yang lebih luas. Lebih dari itu, perempuan juga memiliki pengaruh yang semakin besar dalam proses pengambilan keputusan di berbagai sektor. Saat ini semakin banyak perempuan yang terlibat dalam pemerintahan, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, maupun lembaga sosial yang memiliki peran dalam merumuskan kebijakan dan regulasi. Kehadiran perempuan dalam ruang pengambilan keputusan memberikan perspektif yang lebih inklusif, terutama dalam mempertimbangkan dampak sosial, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang. Dalam berbagai penelitian, keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan sering dikaitkan dengan pendekatan yang lebih kolaboratif dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang. Hal ini menjadi sangat relevan dalam isu lingkungan yang membutuhkan keberanian untuk mengambil keputusan demi masa depan, bukan hanya demi kepentingan sesaat. Namun demikian, saya percaya bahwa pengaruh perempuan tidak harus selalu diwujudkan melalui jabatan formal atau posisi strategis. Seorang ibu rumah tangga yang mengajarkan anak-anaknya untuk tidak membuang sampah sembarangan, seorang guru yang menanamkan kecintaan terhadap alam kepada para muridnya, atau seorang tokoh masyarakat yang menggerakkan kegiatan penghijauan di lingkungannya, semuanya adalah pemimpin perubahan yang memberikan dampak nyata bagi kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, melalui opini ini, Yayasan Kiandra Setia Bangsa mengajak seluruh masyarakat, khususnya para perempuan, untuk mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan hidup. Kita tidak perlu menunggu program besar atau fasilitas yang sempurna untuk mulai bertindak. Langkah sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi sampah plastik, menanam tanaman di sekitar rumah, menghemat penggunaan air dan listrik, serta mengedukasi keluarga tentang pentingnya menjaga alam adalah bentuk kontribusi yang sangat berharga. Lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari tidak akan terwujud hanya melalui regulasi dan kebijakan. Lingkungan yang baik lahir dari kesadaran dan kebiasaan baik yang dibangun setiap hari oleh masyarakatnya. Ketika kesadaran tersebut tumbuh di setiap rumah, setiap sekolah, dan setiap komunitas, maka kita sedang membangun fondasi yang kuat bagi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Yayasan Kiandra Setia Bangsa percaya bahwa perempuan memiliki kekuatan untuk menjadi penggerak perubahan tersebut. Dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga, hingga ruang-ruang pengambilan keputusan yang lebih luas, perempuan dapat menjadi pelopor dalam menciptakan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. Mari kita mulai dari diri sendiri. Mari kita mulai dari rumah kita. Mari kita mulai dari lingkungan sekitar kita. Karena perubahan besar bagi bumi yang kita cintai selalu berawal dari langkah kecil yang kita lakukan hari ini. Tentang PenulisSulistiyawati adalah Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Kiandra Setia Bangsa yang aktif mendorong berbagai program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, sosial, dan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Kontak Media:Tim Publikasi & Humas Yayasan Kiandra Setia Bangsa Post navigation Sampah Bukan Masalah, Melainkan Peluang: Menjaga Lingkungan Sekaligus Menciptakan Pendapatan bagi Generasi Muda. Hukum Adat dan Peran Ninik Mamak: Benteng Pelestarian Lingkungan, Tradisi, dan Budaya Melayu Riau di Era Modern.