JAKARTA — Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Oktober 2026, persoalan daya beli masyarakat, keterjangkauan harga kebutuhan pokok, dan ketahanan ekonomi keluarga menjadi sejumlah isu penting yang perlu mendapat perhatian berkelanjutan.

Di tengah pelaksanaan berbagai program pembangunan dan kebijakan ekonomi nasional, kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari tetap menjadi salah satu aspek penting dalam menilai dampak pembangunan terhadap kehidupan rakyat. Bagi keluarga berpenghasilan rendah dan pekerja dengan pendapatan tidak tetap, pengeluaran untuk pangan, tempat tinggal, pendidikan, transportasi, dan kesehatan dapat menjadi beban ketika tidak seimbang dengan penghasilan.

Melalui momentum dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran, Yayasan Kiandra Setia Bangsa menyuarakan pentingnya kebijakan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok rentan yang membutuhkan dukungan untuk mempertahankan kesejahteraan keluarga.

Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi Keluarga Menjadi Perhatian

Tekanan ekonomi rumah tangga tidak hanya berkaitan dengan kenaikan harga barang, tetapi juga dipengaruhi oleh kestabilan pekerjaan, besaran pendapatan, biaya tempat tinggal, serta kemampuan memenuhi kebutuhan dasar secara berkelanjutan.

Dalam situasi ketika pengeluaran meningkat sementara pendapatan terbatas, keluarga berpotensi melakukan penyesuaian anggaran. Pengeluaran untuk rekreasi, kebutuhan sekunder, dan konsumsi nonpokok dapat dikurangi. Namun, jika tekanan berlangsung dalam jangka panjang, pengurangan anggaran juga berisiko menyentuh kebutuhan penting, termasuk kualitas makanan, pendidikan anak, dan layanan kesehatan.

Penurunan kemampuan konsumsi atau perubahan pola belanja tersebut perlu dicermati melalui data yang terukur. Tidak semua kelompok masyarakat mengalami tekanan ekonomi dengan tingkat yang sama. Oleh karena itu, pemetaan kondisi rumah tangga berdasarkan tingkat pendapatan, wilayah, dan akses terhadap pekerjaan menjadi penting agar kebijakan pemerintah dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Tiga Persoalan yang Perlu Mendapat Perhatian

1. Keterjangkauan kebutuhan pokok

Harga beras, minyak goreng, telur, protein hewani, dan komoditas pangan lainnya berpengaruh langsung terhadap pengeluaran keluarga. Pengawasan distribusi, ketersediaan pasokan, serta transparansi harga di tingkat pasar perlu terus diperkuat agar masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang wajar.

2. Perlindungan kebutuhan pendidikan dan kesehatan

Ketika anggaran rumah tangga semakin terbatas, keluarga berisiko mengurangi pengeluaran yang sebenarnya penting bagi masa depan. Karena itu, akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan perlindungan sosial perlu dijaga agar tekanan ekonomi tidak memperlebar kesenjangan antarkelompok masyarakat.

3. Kesempatan kerja dan penguatan usaha rakyat

Ketersediaan lapangan kerja yang layak, peningkatan keterampilan, serta akses permodalan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan bagian penting dalam memperkuat pendapatan keluarga. Pengembangan ekonomi lokal juga perlu didukung melalui akses pasar, pendampingan usaha, dan kemudahan menjalankan kegiatan produktif.

Catatan Yayasan Kiandra Setia Bangsa: Pembangunan Harus Dirasakan Masyarakat

Yayasan Kiandra Setia Bangsa menekankan bahwa keberhasilan pembangunan perlu dilihat secara menyeluruh, tidak hanya melalui pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui perubahan nyata dalam kesejahteraan masyarakat.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya tercermin dari pertumbuhan ekonomi dan kemajuan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, memperoleh pekerjaan yang layak, serta mengakses pendidikan dan layanan kesehatan. Negara perlu memastikan bahwa kelompok masyarakat yang paling rentan tidak tertinggal dalam proses pembangunan.”

Catatan tersebut menjadi pengingat bahwa pertumbuhan ekonomi perlu berjalan seiring dengan pemerataan kesempatan dan perlindungan terhadap masyarakat yang menghadapi keterbatasan sumber daya.

Memasuki tahun ketiga pemerintahan, sejumlah langkah dapat terus diperkuat, antara lain:

Pertama, memperbaiki ketepatan sasaran bantuan sosial. Pemutakhiran data penerima, transparansi penyaluran, dan mekanisme pengaduan yang mudah diakses perlu diperhatikan agar bantuan menjangkau keluarga yang memenuhi kriteria.

Kedua, menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan. Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, produsen, distributor, dan pelaku pasar diperlukan untuk mengurangi gangguan distribusi serta mengawasi praktik perdagangan yang melanggar ketentuan.

Ketiga, memperluas kesempatan kerja dan memperkuat UMKM. Program pelatihan, pendampingan usaha, akses pembiayaan yang bertanggung jawab, serta perluasan pasar dapat membantu masyarakat membangun sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan.

Keempat, memastikan kebijakan pembangunan berdampak pada kesejahteraan keluarga. Evaluasi program pemerintah perlu mempertimbangkan indikator yang dekat dengan kehidupan masyarakat, termasuk daya beli, kualitas pekerjaan, akses layanan dasar, dan tingkat kerentanan rumah tangga.

Mendorong Kepedulian Sosial dan Aksi Nyata

Selain mendorong perhatian terhadap kebijakan publik, Yayasan Kiandra Setia Bangsa menempatkan kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian penting dalam membangun ketahanan keluarga.

Upaya yang dapat dikembangkan mencakup bantuan pangan bagi keluarga prasejahtera, pendampingan usaha kecil, edukasi pengelolaan keuangan keluarga, serta dukungan agar anak-anak dari keluarga rentan tetap memperoleh kesempatan pendidikan.

Pelaksanaan kegiatan tersebut perlu disesuaikan dengan kapasitas yayasan, kebutuhan masyarakat, dan ketersediaan sumber daya. Pendataan penerima manfaat, koordinasi dengan pemerintah setempat, serta evaluasi kegiatan juga penting untuk memastikan bantuan diberikan secara tepat dan memberikan manfaat yang terukur.

Solidaritas masyarakat, dunia usaha, organisasi sosial, dan pemerintah dapat menjadi kekuatan bersama dalam membantu keluarga menghadapi tekanan ekonomi. Kepedulian tidak harus selalu diwujudkan melalui bantuan dalam jumlah besar, tetapi juga dapat dilakukan melalui pendampingan, pembukaan akses usaha, dan dukungan terhadap produk lokal.

Menatap Tahun Ketiga Pemerintahan

Dua tahun perjalanan pemerintahan Prabowo–Gibran menjadi momentum untuk mengevaluasi kebijakan sekaligus memperkuat langkah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Berbagai capaian pembangunan perlu diiringi evaluasi terbuka mengenai tantangan yang masih dihadapi, termasuk keterjangkauan pangan, kualitas lapangan kerja, dan kemampuan rumah tangga memenuhi kebutuhan dasar.

Bagi Yayasan Kiandra Setia Bangsa, keberpihakan kepada masyarakat rentan perlu diwujudkan melalui kebijakan yang terukur, pelaksanaan program yang transparan, dan kolaborasi yang berkelanjutan.

Pada akhirnya, ketahanan bangsa tidak hanya ditentukan oleh besarnya pembangunan, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat menjalani kehidupan yang layak, memperoleh kesempatan yang adil, dan menghadapi masa depan dengan lebih aman.

MEDIA CENTER YAYASAN KIANDRA SETIA BANGSA

Media Publikasi dan Himbauan Masyarakat

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *