PEKANBARU (YKBS) — PTPN IV PalmCo melalui PTPN IV Regional III menebar sedikitnya 60.000 bibit ikan baung dan nila di 12 aliran sungai yang berada di sekitar wilayah operasional pabrik kelapa sawit (PKS) di Provinsi Riau. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian ekosistem perairan, menjaga keberlanjutan sumber daya ikan, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Program penebaran bibit ikan atau restocking tersebut dilaksanakan sepanjang pekan ini dengan melibatkan masyarakat, unsur pemerintah desa, dan pemerintah kecamatan setempat. Melalui kegiatan ini, perusahaan berharap keberadaan sumber daya ikan di perairan sekitar wilayah operasional dapat terjaga dan memberikan manfaat ekologis maupun ekonomi bagi masyarakat. Pelaksana Tugas (Plt.) Region Head PTPN IV Regional III, Sori Ritonga, mengatakan bahwa penebaran bibit ikan difokuskan pada 12 aliran sungai yang berbatasan langsung dengan area operasional PKS perusahaan. “Alhamdulillah, kita bersama masyarakat menebar 60.000 bibit ikan baung dan nila di sungai-sungai yang berbatasan dengan operasional pabrik. Ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kelestarian sungai dan sumber daya ikan di sekitar wilayah kerja perusahaan,” ujar Sori dalam keterangan resminya di Pekanbaru, Jumat (23/10/2026). Bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Sori menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTPN IV Regional III. Sebanyak 12 PKS masing-masing mengalokasikan sekitar 5.000 bibit ikan untuk ditebar di perairan sekitar wilayah operasionalnya. Dua jenis ikan yang dipilih dalam program ini adalah baung dan nila. Ikan baung dikenal sebagai salah satu ikan air tawar yang populer di Riau dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Sementara itu, ikan nila merupakan jenis ikan konsumsi yang banyak dibudidayakan dan memiliki kemampuan beradaptasi pada beragam kondisi perairan yang sesuai. Melalui penebaran bibit tersebut, perusahaan berharap populasi ikan dapat berkembang secara berkelanjutan. Namun, keberhasilan program ini juga bergantung pada kualitas air, ketersediaan habitat yang sesuai, serta pengelolaan sumber daya perikanan yang bertanggung jawab. “Harapan kita, ikan-ikan ini dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Sungai tetap terjaga, populasi ikan terpelihara, dan ke depan masyarakat juga bisa merasakan manfaat ekonominya secara langsung,” jelas Sori. Ajak Masyarakat Jaga Sungai dan Cegah Penangkapan Ikan Merusak Selain menambah populasi ikan, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian sungai. Keterlibatan warga serta pemerintah setempat menjadi bagian penting dalam membangun tanggung jawab bersama terhadap lingkungan perairan. Perusahaan juga mendorong masyarakat untuk menghindari praktik penangkapan ikan yang merusak, seperti penggunaan bahan peledak, racun, atau metode lain yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem sungai. Menurut Sori, keberlanjutan operasional perusahaan perlu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah kerja. “Keberlanjutan operasional perusahaan wajib berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah kerja,” tegasnya. Upaya tersebut penting karena pelestarian sungai tidak cukup dilakukan melalui penebaran bibit ikan semata. Pemantauan kualitas air, perlindungan habitat, pengendalian pencemaran, dan partisipasi masyarakat juga diperlukan agar sumber daya perairan dapat terus memberikan manfaat dalam jangka panjang. Sepanjang 2026, PTPN IV Regional III Tebar 70.000 Bibit Ikan Program penebaran 60.000 bibit ikan ini menambah rangkaian kegiatan lingkungan yang dijalankan PTPN IV Regional III. Berdasarkan keterangan perusahaan, sepanjang 2026 entitas perkebunan tersebut telah melepas sedikitnya 70.000 bibit ikan ke sejumlah perairan sungai di sekitar kawasan operasionalnya. Selain konservasi perairan, PTPN IV Regional III juga menjalankan program penghijauan melalui penanaman puluhan ribu bibit pohon. Kegiatan tersebut diarahkan untuk mendukung gerakan penanaman dua miliar pohon yang disebut dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Kombinasi kegiatan penghijauan dan penebaran bibit ikan diharapkan dapat memperkuat kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, baik di kawasan daratan maupun perairan. Meski demikian, dampak jangka panjang program konservasi perlu ditopang evaluasi berkala, termasuk pemantauan tingkat kelangsungan hidup ikan, kesesuaian jenis ikan dengan ekosistem setempat, serta kondisi kualitas air sungai. Melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, upaya menjaga sungai di Riau diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk melindungi sumber daya alam dan memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang. MEDIA CENTER YAYASAN KIANDRA SETIA BANGSA Media Publikasi dan Himbauan Masyarakat Post navigation BNPB Pantau Karhutla di Kuningan, Ciamis, dan Grobogan, Yayasan Kiandra Setia Bangsa Serukan Penguatan Mitigasi Bencana Permudah Akses Tanpa Birokrasi Rumit, Plt Gubernur Riau Ajak Warga Manfaatkan Layanan Cek Kesehatan Gratis