PEKANBARU – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan kembali ditunjukkan oleh Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin (Rsn) Pekanbaru melalui aksi penanaman 1.100 pohon di kawasan pangkalan. Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata dukungan terhadap gerakan penghijauan nasional sekaligus mempertegas peran institusi pertahanan dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Aksi penghijauan ini mendapat apresiasi dari Yayasan Kiandra Setia Bangsa, yang menilai langkah Lanud Roesmin Nurjadin sebagai contoh kolaborasi strategis antara sektor pertahanan dan pelestarian lingkungan. Yayasan menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, institusi militer, akademisi, hingga masyarakat. Ketua Umum Yayasan Kiandra Setia Bangsa, Mulyono Widiarta, S.T., mengatakan bahwa penanaman pohon tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat. “Langkah Lanud Roesmin Nurjadin menanam 1.100 pohon merupakan aksi nyata yang memiliki nilai strategis. Hal ini membuktikan bahwa pertahanan negara dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan. Pohon yang ditanam hari ini akan menjadi investasi oksigen, menjaga ketersediaan air, menyerap emisi karbon, serta menjadi warisan lingkungan bagi generasi mendatang,” ujar Mulyono dalam keterangan resminya. Penghijauan sebagai Investasi Masa Depan Menurut Yayasan Kiandra Setia Bangsa, gerakan penghijauan di kawasan militer memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar kegiatan penanaman pohon. Program tersebut menjadi simbol kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan sekaligus memperkuat kesadaran kolektif bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama. Yayasan menilai keberhasilan program penghijauan memerlukan kolaborasi yang melibatkan tiga pilar utama pembangunan daerah. Masyarakat sebagai Penggerak Kesadaran Lingkungan Dari perspektif masyarakat, aksi Lanud Roesmin Nurjadin diharapkan mampu menginspirasi komunitas, sekolah, organisasi kepemudaan, dan berbagai elemen masyarakat untuk aktif melakukan penghijauan di lingkungan masing-masing. Partisipasi publik dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Akademisi Berperan melalui Pendekatan Ilmiah Kalangan akademisi memandang bahwa penanaman pohon memberikan dampak nyata terhadap perbaikan mikroklimat, peningkatan daya serap karbon, pengurangan risiko erosi, serta mendukung konservasi keanekaragaman hayati. Selain itu, pemilihan jenis tanaman yang tepat, termasuk pohon pelindung dan tanaman produktif, dapat memberikan manfaat ekologis sekaligus menjadi media edukasi lingkungan. Pemerintah Perkuat Program Riau Hijau Dari sisi pemerintah daerah, kegiatan penghijauan ini dinilai sejalan dengan berbagai program pelestarian lingkungan, termasuk upaya memperluas ruang terbuka hijau (RTH), mempercepat rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS), serta mendukung visi pembangunan hijau di Provinsi Riau. Tantangan Pasca Penanaman Yayasan Kiandra Setia Bangsa mengingatkan bahwa keberhasilan penghijauan tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga dari tingkat keberhasilan pemeliharaan hingga pohon tumbuh secara optimal. Beberapa tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama antara lain: Menjamin perawatan dan pemantauan rutin terhadap seluruh pohon yang telah ditanam. Mengintegrasikan kawasan hijau pangkalan dengan jaringan green belt perkotaan guna membantu mengurangi dampak urban heat island di Kota Pekanbaru. Memperkuat kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan komunitas lingkungan melalui sistem pengelolaan berbasis data. Rekomendasi Strategis Yayasan Kiandra Setia Bangsa Sebagai bentuk kontribusi terhadap keberlanjutan program penghijauan, Yayasan Kiandra Setia Bangsa menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis. Pertama – membangun Sistem Monitoring Digital berbasis koordinat dan QR Code untuk memantau pertumbuhan serta kondisi kesehatan setiap pohon secara berkala. Kedua – mengembangkan program Adopsi Pohon dengan melibatkan pelajar, mahasiswa, komunitas lingkungan, dan masyarakat sebagai bagian dari pendidikan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan. Ketiga – memperluas pengembangan Green Belt Berkelanjutan pada kawasan strategis milik pemerintah maupun swasta guna meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Provinsi Riau. Komitmen Kolaborasi Berkelanjutan Menutup keterangannya, Mulyono Widiarta menegaskan bahwa Yayasan Kiandra Setia Bangsa siap menjadi mitra strategis dalam mendukung berbagai program pelestarian lingkungan di Provinsi Riau. “Kami mengapresiasi dedikasi Lanud Roesmin Nurjadin dalam mendukung penghijauan. Yayasan Kiandra Setia Bangsa siap berkolaborasi bersama TNI, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, serta masyarakat untuk mengawal gerakan penghijauan demi mewujudkan Riau yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan,” tutupnya. Melalui sinergi lintas sektor, gerakan penghijauan diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan kolektif yang mampu memberikan manfaat nyata bagi kualitas lingkungan, ketahanan ekosistem, serta kesejahteraan masyarakat di masa depan. Tim RedaksiMedia Center Yayasan Kiandra Setia Bangsa Penulis : Tim Litbang Yayasan Kiandra Setia BangsaKategori : Publikasi Ilmiah dan Edukasi PublikKontak : Media Center Yayasan Kiandra Setia Bangsa Post navigation Menembus Dinding Kelas: Yayasan Kiandra Setia Bangsa Dorong Anggaran Pendidikan Berpihak pada Kesehatan Mental dan Sekolah Ramah Anak Mengakar pada Tradisi, Menjangkau Masa Depan: Yayasan Kiandra Setia Bangsa Dorong Pemajuan Kebudayaan Melayu di Bengkalis