PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus memperkuat komitmennya dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak melalui Program Zero Putus Sekolah. Program ini diwujudkan dengan menggandeng 23 Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta dan 15 Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebagai sekolah mitra guna menampung peserta didik yang belum memperoleh kursi di sekolah negeri maupun berasal dari keluarga kurang mampu.

Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri yang selama ini menjadi persoalan setiap penerimaan peserta didik baru. Melalui skema kemitraan ini, biaya pendidikan siswa di sekolah mitra ditanggung pemerintah sehingga diharapkan tidak ada lagi anak usia sekolah yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan karena kendala ekonomi maupun keterbatasan kapasitas sekolah.

Solusi Nyata Mengatasi Keterbatasan Daya Tampung

Ketua Umum Yayasan Kiandra Setia Bangsa, Mulyono Widiarta, S.T., menilai Program Zero Putus Sekolah merupakan kebijakan yang tepat dan responsif dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi antara Pemerintah Kota Pekanbaru, sekolah swasta, madrasah, serta Kementerian Agama menunjukkan pendekatan pembangunan pendidikan yang lebih inklusif dan berorientasi pada pemerataan akses.

Langkah Pemerintah Kota Pekanbaru menggandeng 23 SMP swasta dan 15 MTs merupakan kebijakan yang realistis. Pembangunan sekolah baru membutuhkan waktu dan anggaran yang besar, sementara hak anak untuk memperoleh pendidikan tidak dapat ditunda. Integrasi sekolah mitra dalam sistem penerimaan peserta didik merupakan solusi cepat agar tidak ada lagi anak Pekanbaru yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena persoalan biaya atau keterbatasan daya tampung sekolah negeri,” ujar Mulyono.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah kebijakan pendidikan tidak hanya diukur dari banyaknya siswa yang berhasil ditampung, tetapi juga dari kualitas layanan pendidikan yang diterima setiap peserta didik.

Yayasan Kiandra Soroti Tiga Aspek Strategis

Sebagai lembaga yang aktif dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, Yayasan Kiandra Setia Bangsa memberikan sejumlah masukan agar Program Zero Putus Sekolah mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan.

1. Standarisasi Mutu Sekolah Mitra

Yayasan menilai pemerintah perlu memastikan seluruh sekolah mitra memiliki standar mutu pembelajaran yang setara dengan sekolah negeri, baik dari sisi kompetensi tenaga pendidik maupun ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan.

Laboratorium, perpustakaan, ruang belajar, fasilitas teknologi, hingga program peningkatan kapasitas guru perlu mendapat perhatian agar seluruh peserta didik memperoleh layanan pendidikan dengan kualitas yang sama tanpa adanya stigma “pendidikan kelas dua”.

2. Transparansi Komponen Pembiayaan

Selain pembebasan biaya SPP, pemerintah juga didorong untuk memberikan kepastian mengenai komponen biaya lain yang masih berpotensi menjadi beban keluarga, seperti biaya seragam, buku pelajaran, perlengkapan sekolah, hingga kegiatan ekstrakurikuler.

Menurut Yayasan Kiandra Setia Bangsa, transparansi pembiayaan akan memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan bahwa program pendidikan gratis benar-benar dapat dirasakan oleh keluarga penerima manfaat.

3. Evaluasi Berkelanjutan Berbasis Data

Program Zero Putus Sekolah juga dinilai memerlukan sistem evaluasi yang terukur. Pemerintah didorong menyusun indikator kinerja yang dapat dipantau secara berkala, seperti tingkat keberlanjutan siswa hingga lulus (retention rate), capaian Rapor Pendidikan, tingkat kehadiran, hingga perkembangan prestasi akademik peserta didik.

Yayasan Kiandra Setia Bangsa juga mengusulkan agar perguruan tinggi di Provinsi Riau dilibatkan dalam proses monitoring dan evaluasi sehingga pelaksanaan program memperoleh masukan akademis yang objektif dan berbasis data.

Pendidikan Inklusif Membutuhkan Kolaborasi Semua Pihak

Yayasan Kiandra Setia Bangsa menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah dalam mengawal berbagai kebijakan pendidikan yang berpihak kepada masyarakat.

Menurut Mulyono Widiarta, keberhasilan Program Zero Putus Sekolah tidak hanya bergantung pada tersedianya akses pendidikan, tetapi juga pada kemampuan seluruh pemangku kepentingan menjaga kualitas layanan pendidikan secara berkelanjutan.

“Program Zero Putus Sekolah harus kita kawal bersama. Keberhasilannya tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah siswa yang diterima di sekolah, tetapi juga dari kualitas pendidikan yang mereka peroleh. Harapan kita, kebijakan ini mampu melahirkan generasi muda Pekanbaru yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tegasnya.

Komitmen Membangun Pendidikan yang Berkeadilan

Program Zero Putus Sekolah menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Di sisi lain, masukan konstruktif dari Yayasan Kiandra Setia Bangsa diharapkan dapat memperkuat implementasi program agar tidak hanya berhasil menekan angka putus sekolah, tetapi juga meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh.

Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, akademisi, organisasi masyarakat, dan dunia usaha diyakini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan sistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan demi mencetak generasi Indonesia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Penulis                : Tim Litbang Yayasan Kiandra Setia Bangsa
Kategori             : Publikasi Ilmiah dan Edukasi Publik
Kontak                : Media Center Yayasan Kiandra Setia Bangsa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *