MEDIA CENTER YAYASAN KIANDRA SETIA BANGSA — Edukasi, Sosial, dan Pembangunan Berkelanjutan BENGKALIS (Riau) — Semangat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terpancar kuat dari garis terluar Nusantara. Menembus keterbatasan geografis dan aksesibilitas, Kepolisian Daerah (Polda) Riau bersama Kepolisian Resor (Polres) Bengkalis menggelar aksi kemanusiaan bertajuk Ekspedisi Merah Putih Presisi di Desa Makeruh, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis. Langkah strategis di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) ini menjadi bukti nyata hadirnya negara tanpa sekat batas geografis. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakil Kepala Polda Riau, Brigjen Pol. Hengki Haryadi, bersama Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar. Turut membaur bersama masyarakat setempat, Bupati Bengkalis Kasmarni, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Riau, perwakilan TNI, unsur Forkopimcam, serta para tokoh adat dan agama Pulau Rupat. Rangkaian kegiatan diawali dengan pengibaran dan pembagian ratusan Bendera Merah Putih kepada masyarakat pesisir untuk meneguhkan rasa cinta tanah air di kawasan perbatasan. Selain penguatan jiwa nasionalisme, ekspedisi ini memberikan dampak ekonomi langsung melalui penyerahan bantuan mesin ketinting bagi para nelayan serta pembagian paket bantuan sosial (bansos) terpadu. Guna menunjang kesejahteraan masyarakat, Dokkes Polri juga menggelar pelayanan kesehatan gratis yang mencakup pemeriksaan tekanan darah, tes gula darah, hingga konsultasi medis. Tak hanya fokus pada dimensi sosial-ekonomi, kepedulian lingkungan diwujudkan lewat aksi gotong royong penanaman bibit mangrove di bibir pantai Desa Makeruh guna memitigasi abrasi serta menjaga ekosistem pesisir. Rangkaian ekspedisi ditutup dengan Dialog Kebangsaan yang mempertemukan unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, dan warga lokal dalam rangka mempererat tali silaturahmi serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. “Kegiatan terpadu ini adalah wujud pengabdian tulus Polri untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk yang berada di pelosok wilayah 3T, merasakan keadilan, perhatian, dan pelayanan terbaik dari negara,” ujar AKBP Fahrian Saleh Siregar. Respons Resmi Yayasan Kiandra Setia Bangsa Menanggapi keberhasilan pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi tersebut, Ketua Yayasan Kiandra Setia Bangsa, MULYONO WIDIARTA, S.T., memberikan apresiasi tinggi sekaligus menyampaikan arahan edukasi publik bagi masyarakat luas. “Yayasan Kiandra Setia Bangsa menyambut hangat dan mengapresiasi setinggi-tingginya langkah responsif Polda Riau dan Polres Bengkalis. Kehadiran jajaran kepolisian dan pemerintah daerah di Desa Makeruh bukan hanya memberikan bantuan fisik, melainkan membawa pesan moral yang sangat kuat tentang pentingnya pemerataan pembangunan dan rasa keadilan sosial di pulau-pulau terluar,” ungkap Mulyono Widiarta, S.T. Edukasi Publik: Sinergi Masyarakat dan Pemeliharaan Kawasan Pesisir 3T Sebagai lembaga yang berkomitmen pada edukasi dan pengabdian sosial, Yayasan Kiandra Setia Bangsa merangkum empat poin pembelajaran penting dari aksi kemanusiaan di Kecamatan Rupat ini untuk diterapkan oleh masyarakat: Penguatan Ekonomi Pesisir Berbasis Kemandirian Bantuan mesin ketinting bagi nelayan lokal hendaknya dimaknai sebagai pendorong produktivitas kerja. Masyarakat pesisir diharapkan mengelola dan merawat aset tersebut secara berkelanjutan demi meningkatkan taraf hidup keluarga secara mandiri. Kesadaran Ekologis dan Mitigasi Abrasi Pantai Penanaman mangrove di pantai Rupat merupakan bentuk investasi lingkungan jangka panjang. Hutan mangrove berfungsi sebagai benteng alami pencegah abrasi sekaligus habitat biologis biota laut yang menjadi sumber mata pencaharian nelayan. Masyarakat diimbau aktif merawat serta menjaga kawasan mangrove dari kerusakan. Budaya Hidup Sehat dan Deteksi Dini Kesehatan Tingginya partisipasi warga dalam layanan kesehatan gratis menunjukkan krusialnya pemahaman mengenai kesehatan dasar. Edukasi kesehatan harus terus digalakkan agar masyarakat di daerah terisolir memiliki kesadaran tinggi dalam pencegahan penyakit sejak dini. Menjaga Benteng Kedaulatan dari Pesisir Wilayah 3T merupakan garda terdepan kedaulatan bangsa. Semangat gotong royong dan kebersamaan yang terbangun dalam Dialog Kebangsaan harus terus dirawat oleh masyarakat lokal bersama TNI-Polri agar ketahanan nasional di garis batas negara tetap kokoh dari berbagai ancaman sosial maupun lingkungan. Melalui momentum Peringatan Kemerdekaan RI ke-81 ini, Yayasan Kiandra Setia Bangsa berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah, aparat penegak hukum, dan elemen masyarakat dalam mengawal program-program edukasi, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan sosial di wilayah pesisir Indonesia. Post navigation Puntung Rokok Picu Kebakaran Lahan di Inhu: Pelajaran Berharga tentang Kesadaran Lingkungan dan Tanggung Jawab Hukum Sekolah Rakyat di Tengah Ancaman Resesi Demografi: Membangun Mutu, Bukan Sekadar Memperbanyak Semen